Senin 3 Agustus 2026 - 00:43
Pemberontakan Tentara Israel di Pangkalan "Sde Teiman" yang Terkenal Keji

Hawzah / Puluhan tentara tentara rezim Zionis meninggalkan pangkalan militer "Sde Teiman" sebagai protes atas perintah komandan untuk mengumpulkan tugu peringatan para prajurit yang gugur, dengan meneriakkan yel-yel menentang para komandan. Tindakan ini oleh media-media Israel disebut sebagai "pemberontakan".

Berita Hawzah – Islamic Analysis memberitakan bahwa komandan batalion "Tasbar" yang tergabung dalam Brigade "Givati" meminta pasukan yang ditempatkan di pangkalan militer "Sde Teiman" untuk mengumpulkan dan menyingkirkan papan peringatan, bendera, serta berbagai kenang-kenangan yang berkaitan dengan operasi-operasi militer dari area monumen peringatan di dalam pangkalan. Namun, keputusan tersebut memicu protes luas dari kalangan prajurit.

Berdasarkan laporan tersebut, puluhan tentara meninggalkan pangkalan sambil meneriakkan yel-yel "Semua komandan masuk neraka" dan menolak untuk melaksanakan perintah para komandan.

Militer rezim Zionis Israel juga mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa sejumlah personel dari satu batalion tempur, tanpa izin dari komandan, meninggalkan pangkalan mereka setelah perintah pengumpulan tugu peringatan dikeluarkan.

Militer Israel juga menetapkan batas waktu bagi pasukan tersebut untuk kembali hingga pukul 16.00 waktu setempat.

Jaringan televisi pemerintah Kan juga melaporkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, para tentara yang kembali dari front Lebanon diminta untuk membersihkan lokasi penyimpanan tanda-tanda peringatan bagi prajurit yang gugur dan bendera-bendera yang dipasang di pangkalan. Menyusul keputusan ini, sejumlah tentara dalam aksi protes meletakkan senjata mereka di tanah, dan media-media Israel menggambarkan tindakan ini sebagai "pemberontakan."

Pangkalan militer "Sde Teiman" terletak di Gurun Negev, dan merupakan markas Batalion "Tasbar" dari Brigade "Givati"—sebuah unit yang telah terlibat dalam serangan tentara rezim Zionis Israel ke Gaza dan Lebanon.

Pangkalan ini juga memiliki reputasi negatif karena berbagai laporan tentang perlakuan buruk dan pelanggaran hak-hak tahanan Palestina yang dipindahkan dari Jalur Gaza. Karena alasan inilah, pangkalan ini juga dijuluki sebagai "Guantanamo-nya Israel."

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha